Sabtu, 15 Desember 2018

Makalah Bahaya Merokok



MAKALAH
BAHAYA MEROKOK
Dosen Pembimbing : Ahmad Khusairi,S.kep.Ns.,M.kep

Hasil gambar untuk logo stikes hafshawaty

Di susun oleh:
Khaliqatul Bariyah
14201.09.17028
     

Progam Study S1 Keperawatan
STIKES HAFSHAWATY PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG
Pajarakan – Probolinggo
2017 – 2018





 
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas segala limpah rahmat dan hidayahnya. Sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini, dan sholawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada proklamator sedunia, pejuang tangguh yang tak gentar menghadapi segala rintangan demi umat manusia, yakni Nabi Muhammad SAW.
Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas di STIKES Hafshawaty, kami susun dalam bentuk kajian ilmiah dengan judul Bahaya Merokokdan dengan selesainya penyusunan makalah ini, kami juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.   KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH.MM sebagai pengasuh pondok pesantren Zainul Hasan Genggong
2.   Dr. H. Nur Hamim, S.KM.,S.Kep.,Ns.,M.Kep sebagai ketua STIKES Hafshawaty Zainul HasanGenggong
3.     Ns. Shinta Wahyusari, M.Kep.,Sp.Kep., Mat sebagai Ketua Prodi S1 Keperawatan
4.     Nafolion Nur Rahmat S.Kep.,Ns.,M.Kep sebagai sekretaris.
5.     Ahmad Khusairi,S.kep.Ns.,M.kep sebagai dosen mata kuliah IT
6.     Rizka Yunita , S.Kep., Ns., M.Kep sebagai wali kelas prodi S1 Keperawatan

Pada akhirnya atas penulisan materi ini kami menyadari bahwa sepenuhnya belum sempurna. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati mengharap kritik dan saran dari pihak dosen dan para audien untuk perbaikan dan penyempurnaan pada materi makalah ini.

Probolinggo,12 Desember 2018






 
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………………………………………..i
Daftar Isi    ……………………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar  Belakang ………………………………………………………….1
1.2    Rumusan Masalah ……………………………………………………….1
1.3    Tujuan…………………………………………………………………….1
1.4    Manfaat ………………………………………………………………….2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1   Pengertian Merokok………………………………………………………3
2.2   Bahaya Merokok Bagi Kesehatan………………………………………...3

BAB  III PENUTUP
3.1  Kesimpulan……………………………………………………………….6
3.2  Saran……………………………………………………………………...6

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………...7




BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
          Dewasa ini rokok semakin gencar meluas di berbagai tempat. Merokok merupakan aktifitas membakar tembakau kemudian menghisap asapnya menggunakan rokok maupun pipa (Sitepoe, 2000). Rokok merupakan sumber pemasukan bagi negara dan sumber kesempatan kerja, juga karena di sebagian besar negara – negara sedang berkembang, dan untuk ini walaupun ada sangat kecil dibandingkan dengan dana yang dipergunakan oleh perusahaan – perusahaan rokok untuk memasarkan rokok.
          Sebagian besar orang bisa meninggal dikarenakan mengkonsumsi rokok dengan berlebih. Awalnya memang tidak terasa sakit, tetapi semakin lama seseorang mengkonsumsi rokok, maka akan banyak timbul berbagai penyakit dalam tubuhnya. Sebagian besar penyakit yang akan diderita oleh orang yang merokok adalah penyakit yang umumnya tidak dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, atas dasar realita inilah penulis merasa tertarik untuk membahasnya dalam bentuk makalah dengan judul “ Bahaya Rokok Bagi Kesehatan “.

1.2     Rumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat menyimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian merokok?
2.      Bagaimana bahaya rokok bagi kesehatan?
1.3     Tujuan Penulisan
          Berdasarkan rumusan masalah  di atas penulis dapat menyimpulkan tujuan penulisan  sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui apa pengertian merokok.
2.      Untuk mengetahui bagaimana bahaya rokok bagi kesehatan.

1.4     Manfaat
          Berdasarkan rumusan masalah  di atas penulis dapat menyimpulkan tujuan penulisan  sebagai berikut:
1.      Bagi institusi Pendidikan, hasil makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan di bidang kesehatan sebagai bahan informasi.
2.      Bagi pembaca dapat mengetahui dan memahami mengenai bahaya merokok bagi kesehatan.






BAB II

PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Merokok
                  Merokok merupakan aktifitas membakar tembakau kemudian menghisap asapnya menggunakan rokok maupun pipa (Sitepoe, 2000). Sumarno (dalam Mulyadi, 2007) menjelaskan 2 cara merokok yang umum dilakukan, yaitu: (1) menghisap lalu menelan asap rokok ke dalam paru-paru dan dihembuskan; (2) cara ini dilakukan dengan lebih moderat yaitu hanya menghisap sampai mulut lalu dihembuskan melalui mulut atau hidung. Berdasarkan definisi merokok yang telah dikemukakan di atas, disimpulkan bahwa merokok merupakan suatu aktifitas membakar gulungan tembakau yang berbentuk rokok ataupun pipa lalu menghisap asapnya kemudian menelan atau menghembuskannya keluar melalui mulut atau hidung sehingga dapat juga terhisap oleh orang-orang disekitarnya.
2.2     Bahaya Merokok Bagi Kesehatan
          Merokok sudah merupakan hal yang biasa kita jumpai . Kebiasaan ini sudah begitu luas dilakukan baik dalam lingkungan berpendidikan tinggi maupun berpendidikan rendah. Merokok sudah menjadi masalah yang kompleks yang menyangkut aspek psikologis dan gejala sosial. Merokok memang mengganggu kesehatan. Diantaranya akan dijelaskan sebagai berikut:
1)      Penyakit Kanker Paru
          Bahaya rokok bagi kesehatan paru secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru. Oleh karena itu, kebiasaan merokok harus dihentikan. Mengingat tidak adanya obat yang manjur untuk menyembuhkan kanker paru, tetapiobat – obatan dan oksigen yang diperlukan hanya untuk meringankangejalanya saja Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paruparu. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paruparu, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli. Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paruparu dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM). Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paruparu, bronkitis kronis, dan asma. Terdapat pula hubungan erat antara kebiasaan merokok,terutama rokok, dengan timbulnya kanker paru. Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Tar juga berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru pada perokok mencapai 1030 kali lebih sering.
2)      Penyakit Jantung Koroner
          Banyak orang mengira bahwa kanker paru merupakan bahaya terbesar akibat merokok. Sesungguhnya, penyakit jantung koroner lah yang jauh lebih berbahaya. Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama). Dengan demikian, merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit jantung koroner tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer sebagaimana akibat yang dihasilkan karbon monoksida. Efek berkepanjangan dari karbon monoksida adalah bahwa jaringan pembuluh darah akan terganggu, menyempit dan mengeras sehingga dapat mengakibatkan penyumbatan. Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak. Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 24 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang dihisap. Faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi. Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer. Pembuluh darah yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.
3)      Penyakit Mulut
          Merokok terutama dapat menimbulkan penyakit kardiovaskuler dan kanker, baik kanker paruparu, oesophagus, laryng, dan rongga mulut. Kanker di dalam rongga mulut biasanya dimulai dengan adanya iritasi dari produkproduk rokok yang dibakar dan dhiisap. Iritasi ini menimbulkan lesi putih yang tidak sakit.



BAB III
PENUTUP
3.1      Kesimpulan
          Merokok merupakan aktifitas membakar tembakau kemudian menghisap asapnya menggunakan rokok maupun pipa (Sitepoe, 2000).Sebagian besar penyakit yang akan diderita oleh orang yang merokok adalah penyakit yang umumnya tidak dapat disembuhkan. Tiga bahan dalam rokok yang membahayakan bagi kesehatan yaitu nikotin, karbon monoksida dan tar.
          Merokok sudah merupakan hal yang biasa kita jumpai . Kebiasaan ini sudah begitu luas dilakukan baik dalam lingkungan berpendidikan tinggi maupun berpendidikan rendah. Merokok sudah menjadi masalah yang kompleks yang menyangkut aspek psikologis dan gejala sosial. Merokok memang mengganggu kesehatan. Diantaranya akan dijelaskan sebagai berikut:
1.    Penyakit kanker paru
2.    Penyakit jantung koroner
3.    Penyakit mulut

3.2     Saran
          Dapat diketahui dampak apabila seeorang itu merokok. Jika seseorang menawarkan rokok, maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok karena mereka hanya ingin menambah koleksi penyakit yang ada dalam tubuh. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikut – ikutan merokok, karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras, mereka sebenarnya ingin berhenti merokok. Beruntunglah bagi orang yang belum merokok karena mereka termasuk orang yang smart dan sangat mencintai kesehatan.


DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, Sue. 1991. Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan . Jakarta : Arcan
Mandagi, Jeanne. 1996. Masalah Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya serta              Penanggulangannya. Jakarta: Bina Darma Printing
Lindayani, Dyah Amiyah. 2017. Bahasa Indonesia. Edisi 3 Yogyakarta: CV. Ilmu Group




 



 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah NRBM

                                                                       MAKALAH NON REBRETHING MASK ( NRBM ) Dosen Pembimbing ...